About Me

My Photo
Brahms Audiansha
Dipanggil Audi mahasiswa School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB). Dari lahir tinggal di Jakarta. Sekarang kuliah di Bandung kota yang tepat sebagai tempat pencarian jati diri. Audi adalah pria simple yang tidak macam-macam Hidup yang lurus-lurus. Jujur dan setia. Baik dan bijaksana. Mapan (Insya Allah) dan bersahaja. Sehat dan jauh dari narkoba. Yeah! Please don't puke haha
View my complete profile

Sunday, March 1, 2009

Finance vs. Marketing

Okay sekarang gw dan perusahaan tempat dimana tempat gw ber(acting) sebagai Chief Financial Officer (Apastia Company) telah memasuki bulan ke 2 masa operasi kami. Alhamdulillah saya panjatkan kepada Allah SWT karena telah memberikan hasil yang cukup memuaskan dan diatas target yang telah ditetapkan. Tim finance yang terdiri dari gw sendiri, Hanel (Corporate Accountant), Tika (Inventory keeper Puzzlic), Siska (Inventory keeper Kretik), dan Tita (Treasurer) telah selesai membuat laporan keuangan untuk bulan Februari ini dan memberikan laporan kepada CEO kami yaitu saudara Della beserta jajaran direktur dan manager lainnya sebelum diteruskan kepada segenap anggota Apastia. Tim finance disini sekali lagi saya ingatkan hanya bertindak sebagai supporting unit dan fungsi kami disini hanya sekedar mencatat segala transaksi, inventory, dan membuat laporan keuangan yang akurat. Namun, disisi lain kami dapat memberikan pandangan-pandangan kami mengenai keadaan keuangan perusahaan dan bagaimana cara untuk menaikkan pendapatan kami di periode selanjutnya. Ide-ide kami sering kali berbenturan dengan tim marketing yang kebetulan didalamnya terdapat orang-orang yang super kreatif dan kritis. Berdasarkan pengalaman dapat dilihat bahwa bagian finance dan marketing dalam suatu perusahaan sering sekali berbenturan dimana ide-ide brilian dari tim marketing sering terlihat tidak realistis, efektif, dan efisien dari tim finance. Sebagai contoh sederhana dalam pengembangan metode marketing kami yang menggunakan flyer untuk dibagikan kepada orang-orang. Mencetak flyer itu cukup mahal. Sebagai informasi kami menggunakan kertas A5 yang di print berwarna dan biasanya di print sedikit-sedikit oleh tim marketing kami (print 500 terus nanti kalo udah abis print 500 lagi). Analogi berpikir dari tim finance adalah mengapa kita tidak menggunakan teknologi mutakhir yang mungkin belum dikenal lebih baik oleh tim marketing (yang mungkin gemar menghamburkan uang perusahaan (yang jumlahnya tidak banyak banyak banget)) bernama percetakan. Apabila kita menggunakan teknologi percetakan, kita dapat memproduksi dengan kualitas lebih baik, pilihan media cetak yang lebih bagus, dan tentunya dengan harga yang jauh lebih murah (sebagai informasi saja saya berpengalaman dalam hal cetak mencetak karena saya mendapatkan kesempatan untuk bekerja sebagai Chief of Production di SBM-ITB Golf Tournament yang berakhir dengan profit memuaskan). Lebih efektif dan efisien bukan?

Marketing adalah core unit dalam bisnis yang menjual produk atau jasa dimana fungsi utama mereka adalah mengangkat angka-angka penjualan dalam laporan keungan. Di Apastia sendiri, tim marketing bekerja sangat keras untuk mendongkrak angka-angka itu dan kita semua di Apastia dapat melihat hasilnya. Dengan ini saya menyatakan salut dan tepuk tangan saya untuk tim marketing dari Apastia. Tim marketing Apastia sampai tanggal 26 Februari kemarin dipimpin oleh Arvi. Namun pada saat rapat terjadi pergantian CMO yang saya pribadi kaget mendengarnya walaupun saya sudah mendengar rumornya dari semenjak bulan Januari. Saya tidak menyangka hal ini akan sungguh-sungguh terjadi. Alasan pergantian CMO tersebut didasari oleh sang ex-CMO kami mengajukan permintaan pengunduran diri dengan berbagai alasan dan peristiwa ini bukanlah bentuk pemecatan CMO. Berita ini ditanggapai dengan berbagai cara oleh anggota Apastia namun mayoritas anggota Apastia tampak lega dengan alasan yang kebetulan saya tidak begitu mengerti (sumber: Postingan Fajar). Saya ingin mengungkapkan kekecewaan saya dalam peristiwa ini yang saya anggap sebagai bentuk lari dari tanggung jawab yang telah dibebankan kepada dia. Apalagi saya dengar (dari sumber terpercaya) salah satu alasan mengapa ex-CMO kami mundur dikarenakan ketidak nyamanannya untuk bekerja dengan mayoritas anggota Apastia terutama pada direktur keungan, direktur operasi, dan wakil direktur. Saya harap apa yang saya dengar ini tidak benar karena apabila benar sungguh saya tidak dapat lagi menyembunyikan kekecewaan saya yang begitu besar ini tanpa melupakan jasa-jasanya yang sangat besar terhadapa Apastia.

Sekarang telah terpilih Vira sebagai CMO yang baru (Sebelumnya dia bertindak sebagai CR&D). Selamat saya ucapkan dan semoga Apastia dapat maju terus mencapai tujuan kita bersama. Harapan saya semoga tim marketing dapat berpikir lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugasnya dan lebih menjunjung tinggi unsur profesionalitas dan anggota timnya tidak dicetak sebagai pribadi yang melankolis dan menghadapi masalah secara personal. Sekian.

Adios

1 Comment(s):

GrimmJaw said...

Kalo soal Arvi yang mundur gara-gara elo bertiga gw juga udah denger... tapi akh masa se. Gw setengah percaya setengah enggak (makanya di blog gw gua ngakunya lupa). Yah gw kan sama sekali nggak tau keadannya pas lagi rapat chief... tapi gw yakin kalo ternyata bener dia mundur gara2 lo bertiga, paling inti kasusnya pas disitu (kalo nggak ngapain juga dia mundur dari chief toh masih ketemuan trus kerja bareng juga)

and please don't mind the part regarding the other kids' reaction on the occasion <_<